.

Asus Zenpad Z170CG - 1GB - 8GB - 7 Inch

Asus Zenpad Z170CG - 1GB - 8GB - 7 Inch
Rp 1.249.000

Novel Bertema Beladiri

pesan hotel murah di sini !


counters

Iklan

Iklan

Web Utama

Iklan Penerbit Buku Medan

Posted by Berman HS Selasa, 25 Maret 2014 0 komentar




Baca Selengkapnya ....

iklan karate pekanbaru

Posted by Berman HS Minggu, 23 Maret 2014 0 komentar



silahkan di download !!!

Baca Selengkapnya ....

Buku Cara Membuat Angket Penelitian

Posted by Berman HS Selasa, 11 Maret 2014 0 komentar
Buku Cara Membuat Kuisioner Penelitian
Prosedur  Cara Membuat Angket Penelitian
Tahap-tahap Cara Membuat Angket Penelitian
Buku cara membuat angket kecemasan
Buku cara membuat angket kecemasan olahraga
Buku cara membuat angket kecemasan atlet



Anda lagi mencari buku cara membuat angket/kuisioner anda dapat memesan di sisni !!!
atau anda juga butuh angketya ada juga disini !!!

Baca Selengkapnya ....

WASIT/JURI OLAHRAGA TRADISIONAL PEKANBARU

Posted by Berman HS Selasa, 04 Maret 2014 0 komentar
JURI OLAHRAGA TRADISIONAL
PELATIH OLAHRAGA TRADISIONAL
INSTRUKTUR OLAHRAGA TRADISIONAL

Juri/wasit/ pelatih Bola Kasti
Juri/wasit/ pelatih  Egrang
Juri/wasit/ pelatih Gebung bantal
Juri/wasit/ pelatih Terompah panjang
Juri/wasit/ pelatih Lari balok
Juri/wasit/ pelatih Tarik tambang
Juri/wasit/ pelatih Hading
Juri/wasit/ pelatih Patok lele
Juri/wasit/ pelatih Benteng
Juri/wasit/ pelatih Dagongan
Juri/wasit/ pelatih Sumpitan
Juri/wasit/ pelatih Gasing
Juri/wasit/ pelatih  Lari Goni
Juri/wasit/ pelatih  dorong bambu
dll


Yang membutuhkan jasa wasit/juri olahraga tradisional, ataupun pelatih olahraga tradisional, saya siap membantu anda, karena saya sejak kecil sudah mengenal olahraga tersebut, di saming itu juga saya juga pernah sebagai pelatih olahraga tradisional waktu mengajar di SMP Negeri 2 Pematangsiantar pada tahun 2012, saya juga pernah sebagai wasit/juri olahraga tradisional di daerah saya, yaitu daerah samosir.

trimakasih, atas kerjasamanya !!!

Baca Selengkapnya ....

Nama-Nama Karateka Indonesia yang Berprestasi di Dalam Negeri Bahkan di Luar Negeri

Posted by Berman HS Minggu, 09 Februari 2014 0 komentar


SEA Games XXV di Laos.
Donny Dharmawan nomor kumite 60 kilogram mendapat medali perunggu.
Martinel Prihastuti nomor kumite 50 kilogram medali perak .
Umar Syarief  nomor kumite, medali emas.
Kejuaraan karate internasional Korea Terbuka di Busan, Korea Selatan
Tim Indonesia antara lain menurunkan Telly Melinda (nomor kumite putri -50 kg), Tantri Widya Sari (-60 kg), Yolanda Asmuruf (-68 kg), Dewi Yulianti (kata perseorangan putri), Donny Dharmawan (kumite putra -60 kg), Jintar Simanjuntak (-67 kg), serta Faizal Zainudin (kata perseorangan putra).
KOREA TERBUKA

BUSAN, KOMPAS.com – Karateka Yolanda Asmuruf menyumbang emas pertama bagi kontingen Indonesia di kejuaraan internasional Korea Terbuka di Busan, Korea Selatan, Jumat (18/6/2010). Di final nomor kumite perseorangan putri 68 kilogram, dia mengalahkan Maria Batebei dari Iran dengan skor telak 8-0.
Atlet asal Jayapura, Papua, itu tampil memukau dengan pukulan andalannya, giaku tsuki atau pukulan lurus ke arah perut lawan. Sebagian besar poin yang dia peroleh berasal dari pukulan tersebut. Yolanda bahkan menyudahi pertandingan ketika waktu masih tersisa 45 detik.
Selain di nomor tersebut, Yolanda juga melaju ke babak semifinal di kelas bebas. Setelah mengalahkan Maria Batebei di penyisihan dengan 6-0, dia menekuk Kim Kyung Ju (Korea Selatan) dengan skor 7-2.
Indonesia juga berharap emas dari nomor kumite lain yang diikuti, yakni perseorangan putra -61 kg melalui Donny Dharmawan dan -68 kg melalui Jintar Simanjuntak. Keduanya lolos ke semifinal setelah mengalahkan lawan-lawannya di babak penyisihan.
Kejuaraan Karate Asian Karatedo Federation  Agustus 2010  di Hongkong
Peraih medali emas adalah Muhammad Zhaki Firdaus. Perak direbut Rakha Agung Suryandaru, Eva Fitria Setiawati, dan Angga Laksana. Adapun perunggu diraih Vina Aprilia, Sandy Firmansyah, Muhammad Riski, Ariski Dwi Prastya, serta tim tiga orang Eva, Ayu Rahmawati, dan Siti Maryam.
Asian Games XVI 2010
Karateka nomor kata andalan Indonesia Faizal Zainuddin, meraih  medali perunggu.
      Karateka nomor Kumite andalan Indonesia, Umar Syarief di kelas 84 kilogram ke atas

Umar Syarif/Dok. Media Indonesia
Karate bukan hal baru bagi Umar Syarief. Sejak masih duduk di sekolah menengah pertama, dia telah masuk dalam jajaran elite nasional. Dia memang total menjalani kehidupannya sebagai seorang karateka.
Dia mengikuti berbagai kejuaraan di Eropa sendirian. Dia datang sendiri, dan ketika menang, karateka yang berdomisili di St Gallen, Swiss, itu mengibarkan bendera Merah Putih sendiri.

Sumber:  http://perkasaluhurbudirendahhati.blogspot.com/2013/09/nama-nama-karateka-indonesia-yang.html


Baca Selengkapnya ....

SEJARAH KARATE

Posted by Berman HS 0 komentar


Ilmu bela diri sebenarnya sudah dikenak semenjak manusia ada, hal ini dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan purbakala antara lain: kapak-kapak batu, lukisan-lukisan binatang yang dibunuh dengan senjata seperti tombak dan panah. Bela diri pada waktu itu hanya bersifat mempertahankan diri dari gangguan binatang buas dan alam sekitarnya. Namun sejak pertambahan penduduk dunia semakin meningkat, maka gangguan yang datang dari manusia mulai timbul sehingga keinginan orang untuk menekuni ilmu bela diri semakin meningkat. Tersebutlah pada 4.000 tahun yang lalu, setelah Sidartha Gautama pendiri Budha wafat, maka para pengikutnya mendapat amanat agar mengembangkan agama Budha keseluruh dunia. Namun karena sulitnya medan yang dilalui, maka para pendeta diberikan bekal ilmu bela diri. Misi yang ke arah Barat ternyata mengembangkan ilmu Pangkration atau Wrestling di Yunani. Misi keagamaan yang berangkat ke arah Selatan mengembangkan semacam, pencak silat yang kita kenal sekarang ini. Salah satu misi yang ke Utara menjelajahi Cina menghasilkan kungfu (belakangan di abad XII, kungfu dibawa oleh pedagang Cina dan Kubilaikhan kenegara Majapahit di Jawa Timur). Dari Cina rombongan yang ke Korea menghasilkan bela diri yang kemudian kita kenal dengan Taekwondo. Dari Korea ternyata rombongan tidak dsapat meneruskan perjalanan ke Jepang, tetapi berhenti hanya sampai di kepulauan Okinawa. Tidak berhasil masuknya rombongan ke Jepang, karena di Jepang saat itu sudah mengembangkan ilmu bela diri Jujitsu, yudo, kendo dan ilmu pedang (kenjutsu). Namun sejarah mencatat bahwa pasda tahun 1600-an, Kerajaan Jepang telah menguasai Okinawa. Kerajaan Jepang telah memerintah Okinawa dengan tangan besi, penduduk dilarang memiliki senjata tajam, bahkan orang tua dilarang memakai tongkat. Diam-diam bangsa yang terjajah ini mempelajari ilmu bela diri dengan tangan kosong yang waktu dikenal dengan nama TOTE. Dari satu teknik ke teknik lainnya, ilmu bela diri diperdalam dan para pendeta ikut mendorong berkembangnya ilmu bela diri TOTE ini. Kemudian pada tahun 1921 seorang penduduk Okinawa bernama Funakoshi Gitchin memperkenalkan ilmu bela diri dari TOTE ini di Jepang, dan namanya pun berubah menjadi karatre, sesuai dengan aksen Jepang dalam cara membaca huruf kanji. Sejak saat itu karate berkembang dengan pesat di Jepang.
KARATE DI INDONESIA

Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang melainkan oleh Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembakli ke tanah air, setelah menyelesaikan pendidikannya di Jepang. Tahun 1963 beberapa Mahasiswa Indonesia antara lain: Baud AD Adikusumo, Muchtar dan Karyanto mendirikan Dojo di Jakarta. Mereka inilah yang mula-mula memperkenalkan karate (aliran Shoto-kan) di Indonesia, dan selanjutnya mereka membentuk wadah yang mereka namakan PORKI. Beberapa tahun kemudian berdatangan ex Mahasiswa Indonesia dari Jepang seperti Setyo Haryono (pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate di tanah air. Disamping ex Mahasiswa-mahasiswa tersebut di atas orang-orang Jepang yang datang ke Indonesia dalam rangka usaha telah pula ikut memberikan warna bagi perkembangan karate di Indonesia. Mereka-mereka ini antara lain: Matsusaki (Kushinryu-1966), Ishi (Gojuryu-1969), Hayashi (Shitoryu-1971) dan Oyama (Kyokushinkai-1967). Karate ternyata memperoleh banyak penggemar, yang implementasinya terlihat muncul dari berbagai macam organisasi (Pengurus) karate, dengan berbagai aliran seperti yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Banyaknya perguruan karate dengan berbagai aliran menyebabkan terjadinya ketidak cocokan diantara para tokoh tersebut, sehingga menimbulkan perpecahan di dalam tubuh PORKI. Namun akhirnya dengan adanya kesepakatan dari para tokoh-tokoh karate untuk kembali bersatu dalam upaya mengembangkan karate di tanah air sehingga pada tahun 1972 terbentuklah satu wadah organisasi karate yang diberi nama FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia). Adapun mereka yang pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB. FORKI sejak tahun 1972 sampai dengan saat ini adalah: 1972-1977: Ketua Umum: Widjojo Sujono, Sekretaris Jenderal: Otoman Nuh 1977-1980: Ketua Umum: Sumadi, Sekretaris Jenderal: Rustam Ibrahim 1980-1984: Ketua Umum: Subhan Djajaatmadja, Sekretaris Jenderal: G.A. Pesik 1984-1988: Ketua Umum: Rudini, Sekretaris Jenderal: Adam Saleh 1988-1992: Ketua Umum: Rudini, Sekretaris Jenderal: G.A. Pesik 1992-1996: Ketua Umum: Rudini, Sekretaris Jenderal: G.A. Pesik 1997-2001: Ketua Umum: Wiranto, Sekretaris Umum: Hendardji-S 2001-2005: Ketua Umum: Luhut B. Panjaitan, Sekretaris Umum: Hendardji-S.

Sumber:  http://perkasaluhurbudirendahhati.blogspot.com/2013/09/sejarah-karate.html

Baca Selengkapnya ....

Menjadi Atlet itu Enak

Posted by Berman HS 0 komentar

                  Selain mendapat honor dari pemerintah, kita juga mendapat banyak bonus-bonus jika mendapat medali yang tentunya akan mengurangi beban orang tua untuk menyekolahkan kita selain itu juga kita di kenal banyak orang bahkan dikenal para pejabat-pejabat daerah jika ada nasib, kita akan dipanggil untuk mengembangkan daerah tersebut, seperti misalnya menjadi pelatih KONI, FORKI, dan DISPORA atau di bagian pemerintahan lainnya. Selain dari pada di atas kita akan gampang dan mudah melamar pekerjaan terkhusus melamar angkatan, karena pengalaman menjadi atlet akan menjadi catatan tersendiri bagi kita jika melamar angkatan. Jika ada nasib dan kesempatan kita akan dipanggil dengan sendirinya untuk menjadi anggota TNI maupun POLRI tanpa proses tes-tes seperti pelamar angkatan biasanya. Dan sudah banyak faktanya.
                  Dan yang paling enaknya menjadi atlet adalah berkeliling dunia, kita bisa bayangkan jika bertanding ke kota lain maupun ke luar negeri kita akan berpindah dari pulau ke pulau lain artinya kita akan banyak pengalaman, kita akan bangga menceritakannya ke pada orang lain bahwa kita sudah pernah ke negara Korea misalnya dan tentunya ini adalah pengalaman yang tidak terlupakan menurut penulis. 

      Sumber:  http://perkasaluhurbudirendahhati.blogspot.com/2013/09/menjadi-atlet-itu-enak.html






Baca Selengkapnya ....

Follow

Follow
Ricky Pratama support Eva's Blog - Original design by Bamz | Copyright of Karate Pekanbaru.

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

The Alien
Sumber baground blog:rizkyattyullah.blogdetik.com